Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Gemuruh Takbir Umat Muslim Sambut Idulfitri 1446 H di Reo: Kebersamaan Umat Beragama Warnai Malam Kemenangan

Minggu, 30 Maret 2025 | Maret 30, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-30T15:56:27Z




Manggarai,berita1.info-



Gemuruh takbir membahana di langit Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (30/3/2025) malam. Ribuan umat muslim dengan penuh antusiasme turun ke jalan mengikuti tradisi takbiran keliling menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah yang jatuh pada tahun 2025 ini. Suasana suka cita dan kebersamaan begitu terasa di antara umat muslim, menandai malam kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.




Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak selepas Isya, ruas-ruas jalan di Reo telah dipadati oleh peserta takbiran dari kalangan umat muslim yang menggunakan berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil bak terbuka yang dihias meriah hingga sepeda motor. Semangat persaudaraan dan kegembiraan terpancar dari wajah setiap peserta umat muslim, tua maupun muda, yang melantunkan kalimat-kalimat takbir, tahmid, dan tahlil secara khusyuk.




Sebelum iring-iringan takbir bergerak, Kapolsek Reo, Joko Sugiarto, memberikan arahan penting kepada seluruh peserta umat muslim. Beliau menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, terutama dalam berlalu lintas. "Kami berharap kegiatan takbiran keliling ini berjalan aman dan lancar. Mohon kepada seluruh umat untuk mematuhi arahan dari panitia dan mengutamakan keselamatan bersama," ujarnya dengan tegas namun ramah.




Senada dengan itu, Camat Reo, Theobaldus Junaidin, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas partisipasi aktif umat muslim dalam kegiatan ini. "Malam ini adalah malam kemenangan bagi kita semua umat muslim setelah menjalani ibadah puasa dengan penuh keikhlasan. Atas nama pemerintah kecamatan, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah kepada seluruh umat muslim. Terima kasih juga kepada Polsek Reo atas pengamanan yang telah dilakukan," tuturnya di hadapan ribuan peserta umat muslim.



Rute takbiran keliling ini pun menjadi simbol toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Reo. Iring-iringan kendaraan umat muslim yang bertakbir bergerak dari Masjid Besar Nurul Huda, kemudian melintasi Gereja Paroki Santa Maria Ratu Rosari Reo, dilanjutkan menuju Gereja Efata Reo, dan berakhir di Pelabuhan Kedindi. Setelah berputar balik, rombongan kembali menuju Masjid Besar Nurul Huda Reo. Pemilihan rute ini menunjukkan keharmonisan dan saling menghormati antarumat beragama yang telah terjalin dengan baik di wilayah ini, di mana umat muslim hidup berdampingan dengan damai.




Dalam pelaksanaannya, panitia takbiran dari kalangan umat muslim juga memberlakukan sejumlah aturan demi kelancaran dan ketertiban. Larangan berboncengan bagi yang bukan muhrim, kewajiban berpakaian sopan bagi umat muslim, larangan membawa senjata tajam, larangan berboncengan tiga, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan larangan penggunaan knalpot racing menjadi perhatian utama bagi umat muslim yang mengikuti kegiatan ini.




Kegiatan takbiran keliling ini semakin istimewa dengan kehadiran sejumlah tokoh penting dari berbagai elemen masyarakat. Tampak hadir Camat Reo, Theobaldus Junaidin; Pastor Paroki Gereja Santa Maria Ratu Rosari Reo, RD. Mansuetus Harimin; Pendeta dari Gereja Efata Reo, Mega Apriana Plaituka; Pendeta Pantekosta Reo, Albinus Y Baok; Kapolsek Reo, Joko Sugiarto; perwakilan Cabang Kejaksaan Negeri, Riko Budiman; perwakilan Koramil 1612-03/Reo; Danpos TNI AL, Letda Laut (P) Wilson Henry Sinaga; para ulama dan tokoh-tokoh umat muslim Reo; serta anggota SIBAT dari Kelurahan Reo dan Mata Air. Kehadiran para tokoh lintas agama dan instansi ini semakin memperkuat pesan persatuan dan kebersamaan di malam yang penuh berkah bagi umat muslim ini.




Diperkirakan lebih dari 1000 orang dari kalangan umat muslim memadati jalanan Reo dalam kegiatan takbiran keliling ini, menggunakan kendaraan roda empat (mobil) dan roda dua (sepeda motor). Semangat dan antusiasme yang begitu besar dari masyarakat Reo dan umat muslim menunjukkan betapa pentingnya tradisi ini dalam menyambut Hari Raya Idulfitri, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di tengah keberagaman. Gemuruh takbir umat muslim di Reo menjadi penanda kemenangan dan harapan akan hari esok yang lebih baik, dalam bingkai persaudaraan dan toleransi yang kokoh.




(piter bota)

×
Berita Terbaru Update